Kamis, 08 Desember 2011

Cara Kerja kopling

sistem kopling yang akan kita bicarakan disini adalah sistem kopling manual yang selanjutnya kita sebut dengan kopling saja.

Berikut ini ditampilkan gambar komponen penting pendukung kopling, secara urut : Fly wheel atau roda gila, Clutch disc atau plat kopling, Clutch cover atau dekrup dan Clutch release bearing atau Drek lahar.

Susunanya di dalam mobil adalah :
http://tangomotor.110mb.com/gambar/Dekrup.jpg
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutchdiagram.jpg
Cara Kerja :

Fly wheel atau roda gila meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Saft (kruk as) mesin saat mesin hidup (berputar), Plat kopling menjadi satu-satunya perantara tenaga mesin dengan Porseneling kita yang akhirnya tenaga ini akan diteruskan ke Roda. Sedangkan Dekrup bekerja sebagai pengatur kapan tenaga mesin di teruskan dan kapan tenaga mesin tidak diteruskan, hal ini dilakukan oleh kaki kita saat menginjak atau melepas pedal kopling melalui perantara Drek lahar.

Catatan : Dekrup di ikat dengan 6(biasanya) baut terhadap fly wheel. plat kopling menjadi pengisi bagian tengah antara fly wheel dengan dekrup. Pada bagian tengah plat kopling terdapat lubang bergigi yang akan masuk kedalam As blender sebagai penerus tenaga dari plat kopling ke Gearbox porseneleng.

Ketika kaki tidak menginjak pedal kopling

Ketika kaki kita tidak menginjak pedal kopling , dengan melihat susunan diatas maka bantalan dekrup akan menekan plat kopling terhadap fly wheel sehingga seolah olah Fly wheel, plat kopling dan dekrup menjadi satu kesatuan sebagai benda rigid. sehingga apabila fly wheel berputar 10rpm maka demikian pula dengan plat koplingnya. Dengan cara inilah tenaga dari mesin dapat di transfer ke dalam Gearbox porseneleng (melalui as blender) yang pada akhirnya diteruskan ke roda.
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutch__2_.gif
Ketika kaki menginjak pedal kopling :

Ketika kaki kita menginjak pedal kopling, maka dreklahar mendorong kuku/ tuas dari dekrup sehingga bantalan dekrup yang menekan plat kopling dan roda gila terangkat. ketika terangkat inilah posisi dikatakan Free / perei. Dimana perputaran dari roda gila tidak di ikuti oleh perputaran dari plat kopling. sehingga tenaga dari mesin tidak sampai pada gearbox perseneleng. Pada saat ini lah perpindahan gigi dari porseneleng dapat dilakukan.Didalam gearbox porseneleng inilah tenaga dari mesin di atur sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan pengemudi melalui rasio gigi.
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutch__6_.gif
Masalah Kopling

Susah masuk gigi : hal ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebelum dapat mengetahui sumber kerusakan kita harus dapat mengetahui ciri2 atau gejala2 yang terjadi. Gejala2 yang mungkin terjadi antara lain adalah :

* Susah masuk gigi Vosneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox.
* Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan.
* Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang.
* Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi).
* Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain
1. Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling.
2. Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak.
3. Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda.
4. Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing.

Jika anda mendapati masalah diluar dari gejala yang saya sebutkan mohon bertanya dan berbagi lewat email : disini, agar kami dapat mengembangkan wawasan kami lagi dan dapat menambah artikel ini sehingga berguna bagi yang lain.

Kalo ada yang salah mohon di koreksi ya...
Thanks
Regards
Bapuks


www.tangomotor.110mb.com (www.tangomotor.110mb.com)

Selasa, 25 Oktober 2011

 
 
Sekilas tentang Wall Street Institute
 
 

Aktifitas Sosial Klub

 
Aktivitas menarik yang dilakukan setiap hari, didalam maupun luar pusat belajar, menjadikan Social Club suatu kegiatan yang menyenangkan untuk mempraktekkan Bahasa Inggris.
 
 

Akses Tak Terbatas

 
Siswa dapat datang ke pusat belajar kapan saja tampa batas waktu. Speaking Center terbuka bagi mereka untuk belajar, dan tersedia bagi mereka untuk santai dan ngobrol.
 
 

Jumlah Siswa Setiap Kelas Dibatasi

 
Seluruh siswa Wall Street Institute menikmati kelas yang hanya berjumlah 4 siswa per Encounter Class, 8 siswa untuk Complimentary Class.
 
 
 

Guru dan Pembimbing

 
Native English Teacher dan Personal Tutor kami akan mengikuti perkembangan Anda setiap saat dengan memberikan arahan dan dorongan.
 
 

Jam Belajar Fleksible

 
Wall Street Institute memberikan kemudahan bagi Anda untuk belajar kapan saja Anda inginkan. Pusat belajar buka setiap hari, para siswa cukup memesan Encounter Class / Complimentary Class kapan saja mereka inginkan.
 
 

The Village

 
The Village merupakan komunitas siswa Wall Street Institute online di seluruh dunia. Dengan cepat siswa dapat melancarkan Bahasa Inggris dimanapun.

Melukis Pelang

Aq ingin kaU ciNtai
aQ iNgin diCiNtai,,,,,,
aQ iNgiN diSaYanGi,,,
deNgan TulUs,,& pEnUh kaSiH saYanG,,,,
SeaNdaiNya BisA,kaN Q taRik PelaNgi,laLu q lUkiS waJaH & seNyuM mU,laLu Kan Q kEmbalikaN keMbali kE laNgiT, aGar sEmua oRaNg taU
BEtaPA aQ meNgaguMimU,
BeTaPa aQ meNcintaiMu,
BetaPa aQ meNyayaNgiMu,
SatU hal yaNg pErlU kaMu TAhu BAhW@
ada 1 oRAng yaNg seDang mEnciNtaiMu
aDa 1 oRang yanG sEdaNg mEnyaYanGimU
iTu aDalaH “AQ”

Sesungguhnya aku tak mengharap
Lebih dari ini semua
Namun kau beri utuhnya cinta
Kini ku tahu kaulah cinta sejatiku

Ku harap semua yang telah ada
Takkan pernah usai
Yang kuinginkan semua takkan berakhir,,

lupakan masalah itu,,jelaskan kembali dengan baik,,q akan mencoba
memahamimu,,jangan hanya jadi pecundang,, :)

Rabu, 13 Juli 2011

Dalam rangka menyambut hari "Jumat Agung", untuk kita semua mengingat lagi kasihNya yang luarrrr biasaaaa




BEDAH MEDIS
KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS

Secara medis, penyebab kematian Tuhan Yesus bukan hanya dimulai saat Ia disiksa oleh tentara Romawi. Sebelum itu, Setelah peristiwa Perjamuan Terakhir, Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani. Ketika Tuhan Yesus berdoa, Injil Lukas merekam bahwa peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44b). Bisa jadi, hal ini memang hanya Lukas yang menyadarinya karena Lukas adalah seorang Tabib sehingga ia bisa memperhatikan keadaan fisik Tuhan Yesus.
Yang sesungguhnya dilihat Lukas pada malam itu sebenarnya bukanlah hal yang aneh, melainkan memang itu bisa terjadi dan dapat diterangkan secara medis. Peristiwa ini adalah sebuah kejadian langka yang dapat terjadi pada diri seseorang saat ia mengalami emosi yang sangat berat. Injil Markus mencatat Yesus mengatakan : “Mau mati rasanya”. Kesedihan yang dialami-Nya begitu luar biasa sehingga Ia nyaris tidak bisa menanggungnya. Emosi yang sedemikian berat itu menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kulit. Kemudian darah keluar melalui kelenjar keringat bersama dengan keringat. Keadaan ini disebut “HEMATIDROSIS” atau “HEMAHIDROSIS”. Yang bila keluar banyak sekali dapat menyebabkan “HIPOVOLEMI”. Dari sinilah sebenarnya proses kematian Tuhan Yesus dimulai.
Dari Taman Getsemani, Tuhan Yesus ditangkap. Dalam kesendirian-Nya karena murid-murid-Nya kocar kacir, Ia menghadap Hanas dan kemudian Kayafas. Emosinya terasa semakin berat karena Ia menderita sendiri, ditinggalkan oleh orang-orang yang amat dikasihi-Nya. Ditambah lagi Ia mulai mendapat pukulan fisik. Di Pengadilan agama, wajah-Nya ditampar (Yohanes 18:23) dan dipukuli (Lukas 22:63) mulai pukul 01.00 sampai dini hari.
Sebelum Ia dihukum mati, Ia dibawa ke Pengadilan Romawi. Keadaan fisik Tuhan Yesus saat itu sudah semakin lemah karena Ia tidak tidur semalaman, tidak makan atau minum, juga dipaksa berjalan dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya cukup jauh – ditambah lagi dengan pukulan-pukulan serta ejekan-ejekan, plus kesendirian-Nya. Di depan Pengadilan Romawi, Tuhan Yesus mulai mendapat aniaya yang luar biasa lewat hukuman cambuk. Pada masa itu dikenal 2 macam cambuk dera. Yang satu berupa sebatang tongkat atau ranting-ranting, jenis ini digunakan untuk menghukum warga negara Romawi. Yang kedua berupa cambuk bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Ujungnya ada yang diberi bulatan keras atau paku kecil. Jenis inilah yang dipakai untuk menghukum mereka yang bukan warga negara Romawi. Jenis kedua inilah yang digunakan untuk mencambuk Tuhan Yesus.
Menurut Undang-Undang Romawi, yang memberi perintah pengesahan adalah Pontius Pilatus. Itu artinya Tuhan Yesus tidak dicambuk 39 kali seperti yang diperkirakan oleh orang selama ini. Menurut buku “MANUSIA KAIN KAFAN”, penyesahan ini sebanyak 21 kali dari kanan dan 21 kali dari sebelah kiri. Dengan demikian, jumlah luka yang terdapat pada tubuh Tuhan Yesus sampai di kaki-Nya adalah 726 buah dengan kulit, daging dan otot yang pasti ikut tercabik.
Namun demikian, para algojo yang mendera itu amat mahir sehingga mereka tidak memukul daerah-daerah mematikan, seperti wilayah jantung, misalnya. Luka-luka ini menimbulkan rasa nyeri dan pendarahan yang amat banyak. Kondisi ini dapat membawa Tuhan Yesus pada keadaan PRE SHOCK.
Dari sini, Tuhan Yesus membawa bagian horizontal dari salib (Patibulum) yang beratnya kurang lebih 50 kg ke Bukit Golgotha yang terletal di luar kota. Dalam perjalanan, Yesus memikul petibulum pada pundak-Nya dengan kedua lengannya terantang serta diikat pada ujung kanan kiri Petibulum. Bila jumlah terhukum lebih dari satu, mereka akan dihubungkan satu sama lain dengan mengikat seutas tali. Ujung kiri dari petibulum masih diikat ke pergelangan kaki kirinya. Hal ini untuk mencegah para tawanan tidak memukul tentara dengan Patibulum dan melarikan diri.
Dalam buku “MANUSIA KAIN KAFAN” disebut bahwa Yesus adalah terhukum yang diletakkan paling belakang. Padahal kondisi tubuh-Nya paling lemah dibandingkan 2 orang terhukum lainnya. Dengan kondisi paling lemah tentu Ia berjalan paling lambat. Akibatnya kedua penjahat yang berjalan di depannya sering menghentakkan petibulum untuk memaksa Tuhan Yesus mempercepat jalan-Nya. Hentakkan ini menyebabkan patibulum Tuhan Yesus yang sebelah kanan tersentak ke depan sedangkan yang sebelah kiri akan terlempar ke belakang dan ini membuat kaki kiri-Nya tertahan, bahkan tertarik kie belakang pula. Keadaan ini membuat Tuhan Yesus jatuh tertunduk pada lutut-Nya atau terjerembab dengan wajah yang terbentur batu. Hal ini terjadi berkali-kali. Daripada Yesus mati, para pengawal itu segera memanggil Simon dari Kirene.
Sampai di Golgotha, Tuhan Yesus di salib. Paku yang digunakan ukuran kepalanya 1x1 cm dan panjangnya 13-18 cm. Paku ini ditempatkan pada bagian tangan yang diperkirakan dapat menahan tubuh terhukum supaya tidak sampai melorot ke bawah, tepatnya di pergelangan tangan. Setelah kedua lengan direntangkan dan dipaku, patibulum bersama terhukum diangkat oleh para pengawal untuk memasukkan lubang patibulum ke bagian vertical.
Berikut yang dipaku adalah kakinya, di mana sudah disediakan tempat berpijak. Tempat ini ada agar terhukum lebih lama menderita sebelum mati. Perdarahan dipergelangan tangan ini memang tidak banyak, tapi pasti menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat. Mengapa? Ada beberapa syaraf yang terkena. Demikian pula dengan kaki-Nya. Rasa nyeri akan terus menerus dirasakan bila ia bergerak selam tergantung di salib.
Selain itu gesekan punggung yang penuh luka dengan kayu salib yang kasar akan menambah nyeri dari bekas luka perderaan. Otomatis darah yang tadinya sudah mongering akan kembali mengalir. Akibat rasa nyeri ini, Yesus mengalami kesulitan saat mengambil nafas. Akibat perdarahan yang dialaminya ini, Yesus akan masuk dalam kondisi GAGAL JANTUNG, keadaan inilah yang menyebabkan kematian-Nya di kayu salib.
Keadaan lain yang mempercepat kematian diri-Nya adalah kondisi tubuh-Nya yang sudah sangat lemah saat Ia digantung di kayu salib. Hal ini ditambah lagi dengan PENIKAMAN DI SELA TULANG IGA. Tikaman ini menembus PARU-PARU KANAN menuju BILIK KANAN  dan SERAMBI KANAN JANTUNG.
                                              
 
I Petrus 1:18-19
“Sebab kamu tahu, bahwa kanu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ”

Jumat, 10 Juni 2011

cibta sejati gue

Kamis, 08 Desember 2011

Cara Kerja kopling

sistem kopling yang akan kita bicarakan disini adalah sistem kopling manual yang selanjutnya kita sebut dengan kopling saja.

Berikut ini ditampilkan gambar komponen penting pendukung kopling, secara urut : Fly wheel atau roda gila, Clutch disc atau plat kopling, Clutch cover atau dekrup dan Clutch release bearing atau Drek lahar.

Susunanya di dalam mobil adalah :
http://tangomotor.110mb.com/gambar/Dekrup.jpg
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutchdiagram.jpg
Cara Kerja :

Fly wheel atau roda gila meneruskan sekaligus menyimpan energi dari Crank Saft (kruk as) mesin saat mesin hidup (berputar), Plat kopling menjadi satu-satunya perantara tenaga mesin dengan Porseneling kita yang akhirnya tenaga ini akan diteruskan ke Roda. Sedangkan Dekrup bekerja sebagai pengatur kapan tenaga mesin di teruskan dan kapan tenaga mesin tidak diteruskan, hal ini dilakukan oleh kaki kita saat menginjak atau melepas pedal kopling melalui perantara Drek lahar.

Catatan : Dekrup di ikat dengan 6(biasanya) baut terhadap fly wheel. plat kopling menjadi pengisi bagian tengah antara fly wheel dengan dekrup. Pada bagian tengah plat kopling terdapat lubang bergigi yang akan masuk kedalam As blender sebagai penerus tenaga dari plat kopling ke Gearbox porseneleng.

Ketika kaki tidak menginjak pedal kopling

Ketika kaki kita tidak menginjak pedal kopling , dengan melihat susunan diatas maka bantalan dekrup akan menekan plat kopling terhadap fly wheel sehingga seolah olah Fly wheel, plat kopling dan dekrup menjadi satu kesatuan sebagai benda rigid. sehingga apabila fly wheel berputar 10rpm maka demikian pula dengan plat koplingnya. Dengan cara inilah tenaga dari mesin dapat di transfer ke dalam Gearbox porseneleng (melalui as blender) yang pada akhirnya diteruskan ke roda.
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutch__2_.gif
Ketika kaki menginjak pedal kopling :

Ketika kaki kita menginjak pedal kopling, maka dreklahar mendorong kuku/ tuas dari dekrup sehingga bantalan dekrup yang menekan plat kopling dan roda gila terangkat. ketika terangkat inilah posisi dikatakan Free / perei. Dimana perputaran dari roda gila tidak di ikuti oleh perputaran dari plat kopling. sehingga tenaga dari mesin tidak sampai pada gearbox perseneleng. Pada saat ini lah perpindahan gigi dari porseneleng dapat dilakukan.Didalam gearbox porseneleng inilah tenaga dari mesin di atur sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan pengemudi melalui rasio gigi.
http://tangomotor.110mb.com/gambar/clutch__6_.gif
Masalah Kopling

Susah masuk gigi : hal ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebelum dapat mengetahui sumber kerusakan kita harus dapat mengetahui ciri2 atau gejala2 yang terjadi. Gejala2 yang mungkin terjadi antara lain adalah :

* Susah masuk gigi Vosneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox.
* Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan.
* Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang.
* Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi).
* Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain
1. Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling.
2. Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak.
3. Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda.
4. Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing.

Jika anda mendapati masalah diluar dari gejala yang saya sebutkan mohon bertanya dan berbagi lewat email : disini, agar kami dapat mengembangkan wawasan kami lagi dan dapat menambah artikel ini sehingga berguna bagi yang lain.

Kalo ada yang salah mohon di koreksi ya...
Thanks
Regards
Bapuks


www.tangomotor.110mb.com (www.tangomotor.110mb.com)

Selasa, 25 Oktober 2011

 
 
Sekilas tentang Wall Street Institute
 
 

Aktifitas Sosial Klub

 
Aktivitas menarik yang dilakukan setiap hari, didalam maupun luar pusat belajar, menjadikan Social Club suatu kegiatan yang menyenangkan untuk mempraktekkan Bahasa Inggris.
 
 

Akses Tak Terbatas

 
Siswa dapat datang ke pusat belajar kapan saja tampa batas waktu. Speaking Center terbuka bagi mereka untuk belajar, dan tersedia bagi mereka untuk santai dan ngobrol.
 
 

Jumlah Siswa Setiap Kelas Dibatasi

 
Seluruh siswa Wall Street Institute menikmati kelas yang hanya berjumlah 4 siswa per Encounter Class, 8 siswa untuk Complimentary Class.
 
 
 

Guru dan Pembimbing

 
Native English Teacher dan Personal Tutor kami akan mengikuti perkembangan Anda setiap saat dengan memberikan arahan dan dorongan.
 
 

Jam Belajar Fleksible

 
Wall Street Institute memberikan kemudahan bagi Anda untuk belajar kapan saja Anda inginkan. Pusat belajar buka setiap hari, para siswa cukup memesan Encounter Class / Complimentary Class kapan saja mereka inginkan.
 
 

The Village

 
The Village merupakan komunitas siswa Wall Street Institute online di seluruh dunia. Dengan cepat siswa dapat melancarkan Bahasa Inggris dimanapun.

Melukis Pelang

Aq ingin kaU ciNtai
aQ iNgin diCiNtai,,,,,,
aQ iNgiN diSaYanGi,,,
deNgan TulUs,,& pEnUh kaSiH saYanG,,,,
SeaNdaiNya BisA,kaN Q taRik PelaNgi,laLu q lUkiS waJaH & seNyuM mU,laLu Kan Q kEmbalikaN keMbali kE laNgiT, aGar sEmua oRaNg taU
BEtaPA aQ meNgaguMimU,
BeTaPa aQ meNcintaiMu,
BetaPa aQ meNyayaNgiMu,
SatU hal yaNg pErlU kaMu TAhu BAhW@
ada 1 oRAng yaNg seDang mEnciNtaiMu
aDa 1 oRang yanG sEdaNg mEnyaYanGimU
iTu aDalaH “AQ”

Sesungguhnya aku tak mengharap
Lebih dari ini semua
Namun kau beri utuhnya cinta
Kini ku tahu kaulah cinta sejatiku

Ku harap semua yang telah ada
Takkan pernah usai
Yang kuinginkan semua takkan berakhir,,

lupakan masalah itu,,jelaskan kembali dengan baik,,q akan mencoba
memahamimu,,jangan hanya jadi pecundang,, :)

Rabu, 13 Juli 2011

Dalam rangka menyambut hari "Jumat Agung", untuk kita semua mengingat lagi kasihNya yang luarrrr biasaaaa




BEDAH MEDIS
KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS

Secara medis, penyebab kematian Tuhan Yesus bukan hanya dimulai saat Ia disiksa oleh tentara Romawi. Sebelum itu, Setelah peristiwa Perjamuan Terakhir, Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani. Ketika Tuhan Yesus berdoa, Injil Lukas merekam bahwa peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44b). Bisa jadi, hal ini memang hanya Lukas yang menyadarinya karena Lukas adalah seorang Tabib sehingga ia bisa memperhatikan keadaan fisik Tuhan Yesus.
Yang sesungguhnya dilihat Lukas pada malam itu sebenarnya bukanlah hal yang aneh, melainkan memang itu bisa terjadi dan dapat diterangkan secara medis. Peristiwa ini adalah sebuah kejadian langka yang dapat terjadi pada diri seseorang saat ia mengalami emosi yang sangat berat. Injil Markus mencatat Yesus mengatakan : “Mau mati rasanya”. Kesedihan yang dialami-Nya begitu luar biasa sehingga Ia nyaris tidak bisa menanggungnya. Emosi yang sedemikian berat itu menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kulit. Kemudian darah keluar melalui kelenjar keringat bersama dengan keringat. Keadaan ini disebut “HEMATIDROSIS” atau “HEMAHIDROSIS”. Yang bila keluar banyak sekali dapat menyebabkan “HIPOVOLEMI”. Dari sinilah sebenarnya proses kematian Tuhan Yesus dimulai.
Dari Taman Getsemani, Tuhan Yesus ditangkap. Dalam kesendirian-Nya karena murid-murid-Nya kocar kacir, Ia menghadap Hanas dan kemudian Kayafas. Emosinya terasa semakin berat karena Ia menderita sendiri, ditinggalkan oleh orang-orang yang amat dikasihi-Nya. Ditambah lagi Ia mulai mendapat pukulan fisik. Di Pengadilan agama, wajah-Nya ditampar (Yohanes 18:23) dan dipukuli (Lukas 22:63) mulai pukul 01.00 sampai dini hari.
Sebelum Ia dihukum mati, Ia dibawa ke Pengadilan Romawi. Keadaan fisik Tuhan Yesus saat itu sudah semakin lemah karena Ia tidak tidur semalaman, tidak makan atau minum, juga dipaksa berjalan dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya cukup jauh – ditambah lagi dengan pukulan-pukulan serta ejekan-ejekan, plus kesendirian-Nya. Di depan Pengadilan Romawi, Tuhan Yesus mulai mendapat aniaya yang luar biasa lewat hukuman cambuk. Pada masa itu dikenal 2 macam cambuk dera. Yang satu berupa sebatang tongkat atau ranting-ranting, jenis ini digunakan untuk menghukum warga negara Romawi. Yang kedua berupa cambuk bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Ujungnya ada yang diberi bulatan keras atau paku kecil. Jenis inilah yang dipakai untuk menghukum mereka yang bukan warga negara Romawi. Jenis kedua inilah yang digunakan untuk mencambuk Tuhan Yesus.
Menurut Undang-Undang Romawi, yang memberi perintah pengesahan adalah Pontius Pilatus. Itu artinya Tuhan Yesus tidak dicambuk 39 kali seperti yang diperkirakan oleh orang selama ini. Menurut buku “MANUSIA KAIN KAFAN”, penyesahan ini sebanyak 21 kali dari kanan dan 21 kali dari sebelah kiri. Dengan demikian, jumlah luka yang terdapat pada tubuh Tuhan Yesus sampai di kaki-Nya adalah 726 buah dengan kulit, daging dan otot yang pasti ikut tercabik.
Namun demikian, para algojo yang mendera itu amat mahir sehingga mereka tidak memukul daerah-daerah mematikan, seperti wilayah jantung, misalnya. Luka-luka ini menimbulkan rasa nyeri dan pendarahan yang amat banyak. Kondisi ini dapat membawa Tuhan Yesus pada keadaan PRE SHOCK.
Dari sini, Tuhan Yesus membawa bagian horizontal dari salib (Patibulum) yang beratnya kurang lebih 50 kg ke Bukit Golgotha yang terletal di luar kota. Dalam perjalanan, Yesus memikul petibulum pada pundak-Nya dengan kedua lengannya terantang serta diikat pada ujung kanan kiri Petibulum. Bila jumlah terhukum lebih dari satu, mereka akan dihubungkan satu sama lain dengan mengikat seutas tali. Ujung kiri dari petibulum masih diikat ke pergelangan kaki kirinya. Hal ini untuk mencegah para tawanan tidak memukul tentara dengan Patibulum dan melarikan diri.
Dalam buku “MANUSIA KAIN KAFAN” disebut bahwa Yesus adalah terhukum yang diletakkan paling belakang. Padahal kondisi tubuh-Nya paling lemah dibandingkan 2 orang terhukum lainnya. Dengan kondisi paling lemah tentu Ia berjalan paling lambat. Akibatnya kedua penjahat yang berjalan di depannya sering menghentakkan petibulum untuk memaksa Tuhan Yesus mempercepat jalan-Nya. Hentakkan ini menyebabkan patibulum Tuhan Yesus yang sebelah kanan tersentak ke depan sedangkan yang sebelah kiri akan terlempar ke belakang dan ini membuat kaki kiri-Nya tertahan, bahkan tertarik kie belakang pula. Keadaan ini membuat Tuhan Yesus jatuh tertunduk pada lutut-Nya atau terjerembab dengan wajah yang terbentur batu. Hal ini terjadi berkali-kali. Daripada Yesus mati, para pengawal itu segera memanggil Simon dari Kirene.
Sampai di Golgotha, Tuhan Yesus di salib. Paku yang digunakan ukuran kepalanya 1x1 cm dan panjangnya 13-18 cm. Paku ini ditempatkan pada bagian tangan yang diperkirakan dapat menahan tubuh terhukum supaya tidak sampai melorot ke bawah, tepatnya di pergelangan tangan. Setelah kedua lengan direntangkan dan dipaku, patibulum bersama terhukum diangkat oleh para pengawal untuk memasukkan lubang patibulum ke bagian vertical.
Berikut yang dipaku adalah kakinya, di mana sudah disediakan tempat berpijak. Tempat ini ada agar terhukum lebih lama menderita sebelum mati. Perdarahan dipergelangan tangan ini memang tidak banyak, tapi pasti menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat. Mengapa? Ada beberapa syaraf yang terkena. Demikian pula dengan kaki-Nya. Rasa nyeri akan terus menerus dirasakan bila ia bergerak selam tergantung di salib.
Selain itu gesekan punggung yang penuh luka dengan kayu salib yang kasar akan menambah nyeri dari bekas luka perderaan. Otomatis darah yang tadinya sudah mongering akan kembali mengalir. Akibat rasa nyeri ini, Yesus mengalami kesulitan saat mengambil nafas. Akibat perdarahan yang dialaminya ini, Yesus akan masuk dalam kondisi GAGAL JANTUNG, keadaan inilah yang menyebabkan kematian-Nya di kayu salib.
Keadaan lain yang mempercepat kematian diri-Nya adalah kondisi tubuh-Nya yang sudah sangat lemah saat Ia digantung di kayu salib. Hal ini ditambah lagi dengan PENIKAMAN DI SELA TULANG IGA. Tikaman ini menembus PARU-PARU KANAN menuju BILIK KANAN  dan SERAMBI KANAN JANTUNG.
                                              
 
I Petrus 1:18-19
“Sebab kamu tahu, bahwa kanu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ”

Jumat, 10 Juni 2011

 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space